• Jimmy Sudirgo

Sejarah OKR - Rahasia Mengalami Pertumbuhan Puluhan Kali Lipat


Tulisan ini adalah serial dari Pelatihan OKR untuk membantu Anda lebih memahami konsep Objectives & Key Results. OKR (Objectives & Key Results) dipopulerkan oleh John Doerr, seorang pemodal ventura legendaris yang pada 2017 majalah Forbes menobatkannya sebagai “The 40th Richest in Tech”. Pada 2017 itulah John Doerr menerbitkan bukunya yang kemudian menjadi bestseller “Measure What Matters: OKRs: The Simple Idea that Drives 10x Growth”.


Dalam “Measure What Matters: OKR” John Doerr menjelaskan bagaimana sistem goal-setting OKR (Objectives dan Key Results) telah membantu banyak perusahaan raksasa teknologi, mulai dari Intel hingga Google, mencapai pertumbuhan yang dahsyat. Dan, bagaimana OKR juga dapat membantu organisasi mana pun untuk sukses. Saran saya, bila Anda tertarik mendalami OKR lebih jauh maka buku di atas adalah salah satu bacaan wajibnya ya.

Baiklah, mari kita lihat sejarah OKR seperti apa. Dimulai pada 1974 saat John Doerr masuk ke perusahaan Intel. Saat di Intel inilah untuk pertama kalinya beliau mengenal sistem OKR. Andy Grove, founder dan CEO Intel, telah menggunakan konsep OKR dalam sistem manajemennya. Andy Grove kala itu menamakan sistem tersebut dengan iMBO, yakni Intel Management By Objectives. Konsep ini memodifikasi MBO (Management By Objectives) karya Peter Drucker, sang guru manajemen, menjadi Objectives dan Key Results.


OKR yang pertama kali dibuat John Doerr saat di Intel adalah Objective-nya : Mendemonstrasikan performa prosesor 8080 lebih baik dibandingkan Motorola 6800. Sementara Key Results-nya, yaitu: mendapatkan 5 bukti benchmark, membuat sebuah demo, membuat materi pelatihan penjualan untuk dipakai di lapangan, serta menghubungi 3 pelanggan dan membuktikan bahwa prosesornya bekerja dengan baik.


John Doerr mengetik OKR-nya dan menempelkannya di meja kerjanya. Jadi semua rekan kerjanya bisa membaca dan memahami apa targetnya 3 bulan ke depan. Dari cerita ini, kita bisa belajar bahwa sebuah goal atau target beserta ukurannya dibuat menjadi transparan sehingga semua orang bisa melihat dan mengerti. Inilah yang menjadi kehebatan OKR. Bagaimana membuat tim menjadi satu frekuensi, atau selaras satu sama lain. John Doerr kemudian menjadi salah satu karyawan Intel yang paling sukses.


Tahun 1980 John Doerr pindah ke perusahaan modal ventura, Kleiner Perkins, perusahaan yang spesialisasinya berinvestasi pada perusahaan startup. Semenjak itulah John Doerr mendanai beberapa perusahaan teknologi yang kemudian menjadi sangat sukses di dunia. Antara lain beberapa contohnya seperti: Compaq, Netscape, Symantec, Sun Microsystems, Intuit, Amazon, Macromedia, and Google.


Selanjutnya cerita saya fokuskan ke Google ya.

Larry Page dan Sergey Brin di garasi inilah Google didirikan

Pada waktu Larry Page dan Sergey Brin (founder dan co-founder Google) memulai usahanya di 1998 mereka membutuhkan investor untuk mendanai Google. Mereka berhasil memperoleh investor sebesar US$ 1 juta dari teman dan keluarga dekatnya yang yakin bahwa Google akan berhasil. Google pun kemudian didirikan, dan kantor awalnya ada di garasi.


Seiring berjalannya waktu, startup Google ini berkembang pesat. Pada tahun 1999, popularitas Google semakin menanjak dan kondisi ini membuat Larry Page dan Sergey Brin membutuhkan suntikan dana baru untuk berinvestasi di server maupun sumber daya manusia-nya. Mereka pun mulai mencari investor baru.


Kedua cerita di atas menyambung disini. Salah satu investor baru tersebut adalah John Doerr. Pada tahun 1999 itulah untuk pertama kalinya John Doerr melakukan investasi terbesar dalam sejarah hidupnya sebagai pemodal ventura, yaitu US$ 11,8 juta untuk 12% saham Google. Suatu nilai yang sangat besar pada jaman itu ya. Saya percaya kejelian John Doerr melihat peluang dan potensi Google ke depan-lah yang memberanikan dia berinvestasi. Melihat visi ke depan bagaimana startup ini akan memberikan nilai tambah bagi umat manusia. Keberanian dan gut feeling seperti ini juga yang dibutuhkan oleh pebisnis apabila ingin berinvestasi pada bisnis tertentu.


Beberapa Contoh Perusahaan yang Menggunakan OKR

Saat berinvestasi pada Google itulah, pertama kalinya John Doerr meminta Larry Page dan Sergey Brin memakai OKR (Objectives & Key Results) sebagai sistem goal-setting dan execution di Google. Larry dan Sergey tidak punya pilihan lain, karena toh mereka juga tidak menggunakan sistem manajemen yang lain. Jadi apa ruginya, kan. Sejak saat itu pula Google selalu memakai OKR. Dalam kata pengantar buku ”Measure What Matters: OKR”, Larry Page menuliskan bahwa OKR telah membantunya mengalami pertumbuhan puluhan kali lipat. OKR telah membantunya on time dan on track pada hal terpenting yang menjadi prioritas Google.


Demikianlah sejarah singkat OKR. Dalam tulisan berikutnya saya akan berbagi tentang apa itu OKR dan bagaimana menggunakan OKR di perusahaan Anda.

Semoga sharing di atas bermanfaat untuk Anda semua.

Salam hangat dan tetap semangat!



“Jalani Hidup seakan Anda akan Meninggal Besok. Belajarlah seakan Anda akan Hidup Selamanya.”




#OKR #johndoerr #ObjectivesKeyResults #strategyexecution #strategyintoaction #apaituOKR #sejarahOKR #pelatihanOKR #trainingOKR #workshopOKR #seminarOKR

Contact

SOLAFIDE CONSULTING INDONESIA

East Coast - Sapphire Tower 7th floor, No.18
Pakuwon City - SURABAYA 60112

Phone / WhatsApp:  +6281357722731 (Marketing)
Email:  coach@jimmysudirgo.com​

  • Black Facebook Icon
  • Black YouTube Icon
  • Black Instagram Icon

© 2020 Jimmy Sudirgo. All Rights Reserved.