Pelatihan Leadership : Mengembangkan Kompetensi Kepemimpinan Organization Leadership


Ini adalah rangkaian seri tulisan pelatihan leadership skill. Di tulisan sebelumya kita belajar tentang self mastery leadership dan team leadership. Pada bagian ini kita akan belajar tentang organization leadership.


Know yourself • Know your people • Know your job

Organization Leadership


Lingkaran kompetensi pemimpin yang paling luar adalah organization leadership. Di sini pemimpin mengintegrasikan semua tim dari bagian maupun fungsi yang berbeda-beda. Semuanya menuju pada satu tujuan yang sama, yaitu kepuasan pelanggan. Tujuan perusahaan menjadi tujuan bersama setiap bagian atau fungsi yang ada.


Pemimpin di sini berperan menyelaraskan (allignment) keterlibatan semua bagian yang ada di dalam perusahaan. Diselaraskan terhadap perencanaan strategis yang telah dilakukan untuk menuju sasaran utama yang telah ditetapkan.


Yang penting dalam kompetensi ini adalah mendorong partisipasi dan keterlibatan seluruh orang yang ada di dalam perusahaan. Walaupun berbeda-beda fungsi dan tugas, namun mempunyai satu hati untuk mencapai visi perusahaan.


Kita sebagai pemimpin membawa orang-orang untuk mempunyai pola pikir melayani pelanggan dengan sepenuh hati. Mindset yang berfokus demi customer satisfaction. Untuk mencapai hal ini dibutuhkan teamwork dari seluruh orang yang ada. Pemimpin yang baik sadar akan pentingnya faktor people, dan berkomitmen terus membangun kualitas sumber daya manusianya.


Pemimpin juga membawa perusahaannya menjadi organisasi yang terus bersedia belajar menuju organisasi berkinerja tinggi. Organisasi yang dibangun di atas sistem yang excellent, dan berkomitmen terus meningkatkan dirinya.


Langkah praktis untuk melakukan hal-hal tersebut di atas adalah dengan memberikan teladan dari diri kita sendiri. Teladan dimulai dari aktivitas sehari-hari pemimpin, ketika berhadapan langsung dengan pelanggannya. Pemimpin menunjukkan komitmen untuk terus mencari cara melayani customer perusahaan dengan lebih baik. Hasrat untuk terus meningkatkan kualitas produk dan jasa yang lebih baik demi kepuasan pelanggannya. Ia akan berusaha menciptakan nilai tambah yang lebih baik dibanding para pesaingnya, supaya bisa memenangkan hati para pelanggannya.


Di level ini, pemimpin dapat melakukan perubahan dari desain struktur organisasinya, maupun proses-proses di dalamnya. Ia harus mempunyai keberanian melakukan perubahan bila hal itu dibutuhkan, supaya dapat melayani customer perusahaan dengan lebih baik lagi. Seringkali mendesain ulang struktur yang ada akan makin memperjelas akuntabilitas dari tiap bagian dalam mencapai tujuan perusahaan. Terutama di perusahaan yang mempunyai banyak lini bisnis hal ini biasanya sering terjadi.


Organization leadership membutuhkan pemimpin yang secara disiplin melaksanakan perencanaan strategis menjadi bagian dari siklus tahunan sistem manajemen strategisnya. Ia secara konsisten melakukan perencanaan dan mengevaluasi strategi perusahaannya, dengan memperhatikan perkembangan situasi lingkungan yang ada. Pemimpin harus dapat melihat kondisi lingkungan sekitar organisasinya dan menganalisis dampak serta risikonya, atas perubahan-perubahan yang terjadi terhadap perusahaannya.


Strategi yang dipilih merupakan jalan yang ditetapkan untuk mencapai tujuan utama perusahaan. Kita sebagai pemimpin secara disiplin mengomunikasikan strategi perusahaan ke semua orang-orang yang ada di dalam perusahan, tidak hanya kalangan top management saja. Ia akan mengawal dan memonitor rencana tindakan yang dilakukan, supaya tetap selaras dengan strategi yang telah ditetapkan.


Pemimpin di level ini akan terus belajar untuk melihat secara global, di atas perusahaannya sendiri. Dengan melihat gambaran besarnya (helicopter view), akan memberikan kejelasan di tengah proyeksi masa depan yang tidak jelas. Melihat secara makro dapat dimulai dari mengamati di bidang industri apa kita berada. Kemudian, kita naik lebih tinggi lagi, melihat sistem ekonomi negara di mana semua industri tersebut berada. Bahkan melihat hingga tingkat global, karena pada akhirnya semua itu saling memengaruhi.


Pengertian Sistem

Untuk mempermudah kerangka berpikir ini, kita bisa menggunakan pendekatan system thinking. Pengertian sistem secara sederhana terdiri atas input – proses – output. Input (masukkan) yang dibutuhkan diolah dalam suatu proses, untuk menghasilkan output (hasil) yang diinginkan. Output yang dihasilkan, dievaluasi melalui umpan balik (feedback) kembali ke input, untuk memperoleh hasil yang lebih baik lagi. Siklus sistem ini akan terus berulang untuk menjadi lebih baik. Mirip seperti siklus PDCA (Plan, Do, Check, Act).


Subsistem merupakan lingkungan operasi tunggal, seperti dalam gambar di bawah. Di subsistem inilah pekerjaan diproses dalam sebuah sistem. Semua subsistem dalam satu kesatuan terkoordinasi membentuk sebuah sistem yang lebih besar. Contohnya fungsi HRD, procurement, operation, sales marketing, finance accounting, semua adalah sub sistem dalam sebuah sistem yang besar yaitu perusahaan. Masing-masing fungsi tersebut bila dilihat lebih detail terdiri atas banyak subsistem di dalamnya. Perusahaan akan menjadi sebuah subsistem dalam sistem yang lebih besar di bidang industrinya. Industri-industri yang ada membentuk menjadi sebuah sistem ekonomi. Demikian seterusnya hingga membentuk sebuah sistem yang universal, yaitu alam semesta ini.


System Thinking

Dalam konsep berpikir sistem, setiap fungsi di dalam perusahaan merupakan subsistem dari perusahaan, dimana perusahaan sendiri merupakan subsistem dari industrinya, demikian seterusnya. Pendekatan sistem selalu berpikir tujuan akhirnya terlebih dahulu.

Berpikir dengan konsep sistem berarti kita selalu mulai dari tujuan akhirnya dulu. Apa yang dihasilkan atau menjadi tujuan yang ada? Bila itu di level organisasi, apa yang menjadi tujuan keberadaan organisasi itu? Yakni menghasilkan produk atau jasa yang dapat memuaskan pelanggannya. Dalam satu industri yang sama, apa yang membedakan satu perusahaan yang ada dibandingkan perusahaan yang lainnya?


Dalam sebuah perusahaan, apa yang menjadi tujuan dari keberadaan masing-masing fungsi yang ada di dalamnya? Tujuan dari adanya fungsi HRD, procurement, operation, sales marketing dan finance accounting, masing-masing punya peranannya sendiri-sendiri. Namun, secara keseluruhan harus saling bersinergi dan terkoordinasi menjadi satu, mendukung tujuan keberadaan perusahaan tersebut.


Pendekatan sistem ini akan memudahkan seorang pemimpin mampu melihat peranan perusahaannya dalam suatu gambaran yang lebih besar. Ia akan bisa membawa perusahaannya selaras dengan kebutuhan dan keinginan pelanggannya secara tepat. Pada akhirnya, perusahaan mencapai kesuksesan yang berkesinambungan.


Bagaimana pendapat Anda?


  • YouTube
  • Instagram
  • Facebook
  • Twitter
FREE Ebook
Overview of Conversational Intelligence (C-IQ)

© 2018-2020 Solafide Consulting Indonesia. All Rights Reserved.