Cara Menyusun OKR yang Baik



Tulisan ini adalah serial Pelatihan OKR. Dalam tulisan sebelumnya, saya telah mengupas apa itu OKR (Objectives & Key Results) dan perbedaan serta persamaannya dengan SMART Goal. OKR adalah sistem manajemen yang akan membantu perusahaan memfokuskan prioritas kerja terpenting yang akan dilakukan demi mencapai tujuan yang diinginkan. OKR dipopulerkan oleh John Doerr ketika berinvestasi pada Google di awal masa perkembangannya sekitar tahun 1999. Sejak saat itu OKR makin banyak digunakan oleh berbagai perusahaan teknologi karena sifatnya yang agile, sederhana dan mudah digunakan. Sesuai untuk kondisi VUCA (volatile, uncertainty, complexity dan ambiguity) yang kerap dialami oleh perusahaan startup.


Sebelum kita belajar cara menyusun OKR yang baik, perlu memahami dulu istilah OKR itu sendiri. OKR terdiri dari Objectives dan Key Results. Objectives berarti tujuan atau sasaran apa yang hendak dicapai (goal-setting). Key Results mempunyai makna apa tolak ukur (metrics) bahwa sasaran tadi telah tercapai. Jadi Key Results menunjukkan bagaimana kita menuju Objective tersebut.


Contoh Objective misalnya bagaimana mencapai rekor penjualan tertinggi, atau mempunyai tingkat kepuasaan pelanggan tertinggi dalam sejarah perusahaan, atau mencapai tingkat on time delivery tertinggi, atau membuat viral nama perusahaan, dan lain sebagainya.


Adapun contoh Key Results adalah ukurannya apa bahwa Objectives yang kita buat di atas tercapai. Contohnya tambahan penjualan Rp 100 milyar, atau peningkatan customer satisfaction index menjadi 4,8 (dalam skala 5). Contoh lainnya misalnya on time delivery 99%, atau jumlah tambahan follower baru di Instagram perusahaan mencapai 1 juta orang.


Objectives dalam OKR berarti lebih bersifat kualitatif, sedangkan Key Results lebih bersifat kuantitatif atau mempunyai numerik. Objectives menjadi arahan prioritas kerja, sedangkan Key Results adalah cara mengukur yang membuat kita tahu bahwa sasaran tadi telah tercapai atau tidak.


Jadi ketika menyusun Objectives pastikan beberapa hal berikut ini supaya Objectives OKR itu baik. Apakah Objectives itu membantu mencapai Visi Misi perusahaan yakni memberikan value bagi bisnis? Apakah sasaran yang ditetapkan itu bisa menginspirasi dan bikin tim Wow? Apakah Objectives OKR itu bersifat forward looking yakni memandang jauh ke depan? Harapannya tinggi namun masih bisa dicapai. Dan Objectives OKR itu mesti ada ukuran waktunya, apakah kuartalan, atau setahun. Beberapa ada yang membuat hingga beberapa tahun ke depan, boleh juga. Walaupun umumnya penggunaan OKR lebih banyak dengan horison tiga bulanan (1 kuartal). Checklist di atas dapat Anda gunakan untuk menguji apakah Objectives yang telah Anda buat sudah baik.


Baiklah kita lanjutkan ya, setelah Anda mempunyai Objectives OKR yang baik, sekarang saatnya menyusun Key Results yang tepat. Beberapa checklist yang saya sarankan ketika Anda menentukan Key Results perhatikan beberapa hal berikut ini. Key Results seharusnya spesifik dan jelas, kita tahu apa, siapa, kapan dan dimana. Key Results dalam OKR bersifat kuantitatif atau numerik, dan dapat mengukur sejauh mana kita mendekati pencapaian Objectives tersebut. Key Results idealnya mendorong perilaku yang benar. Yang terpenting Key Results OKR cukup menginspirasi. Google sering menggunakan istilah moonshot yang artinya target yang fantastik, hampir tidak mungkin dicapai, mencapai rekor tertinggi dan sebagainya. Jadi bisa bikin anggota tim Anda mengatakan “Wow, gila tuh..” Nah, berarti sudah benar Key Results yang Anda susun. Sulit disini namun mungkin dicapai. Inilah yang bisa membawa pertumbuhan bisnis puluhan kali lipat. Membawa anggota tim mempunyai open mindset dengan can do attitude-nya. Terakhir, pastikan Key Results yang Anda buat selaras (align) dengan Objectives OKR maupun OKR level di atasnya bila memang ada.


Bila Anda mengikuti tips saya di atas, maka kita sudah menyusun OKR yang baik. Cukup mudah bukan. Jadi berikutnya ketika Anda menyusun OKR ikutilah checklist tersebut sebagai alat bantu Anda ya.


Pertanyaan lain yang sering ditanyakan peserta pelatihan OKR biasanya adalah “Berapakah jumlah Key Results untuk satu Objectives?” Idealnya tidak lebih dari lima. Mengapa seperti itu, karena kembali ke semangat OKR yakni membantu fokus prioritas yang dicapai dalam jangka pendek. Bila kita mempunyai terlalu banyak Key Results menjadi tidak fokus lagi mana hal terpenting yang akan dicapai.

“Good ideas with great execution are how you make magic.” – Larry Page, Google co-founder.

Bagian ketiga setelah merumuskan Objectives dan Key Results adalah Initiatives. Menurut saya ini adalah bagian terpenting karena eksekusi disinilah kita rencanakan semua inisiatif atau rencana tindakan untuk mewujudkan goal di atas. Inisiatif yang baik mesti jelas dilakukan oleh siapa dan kapan target diselesaikan. Bicara tentang eksekusi, saya jadi teringat tulisan Tom Peters dalam buku terbarunya The Excellence Dividend. Buku wajib untuk Anda bila ingin menjadi pemenang dalam menghadapi kondisi disrupsi seperti saat ini.


Demikianlah sharing saya mengenai pelatihan cara menyusun OKR yang baik.

Semoga bermanfaat dan tetap semangat!





#OKR #pelatihanOKR #trainingOKR #workshopOKR #seminarOKR #johndoerr #ObjectivesKeyResults #strategyexecution #strategyintoaction #apaituOKR #sejarahOKR #pengertianOKR #caramenggunakanOKR #objectives #keyresults